Mini Amplifier8 LM386

IC LM386 banyak digunakan sebagai penguat suara dengan output daya rendah dikarenakan bentuk rangkaian yang sangat sederhana disamping biaya yang digunakan juga termasuk sedikit, IC ini memiliki rentang catu daya yang lebar dari 4 volt sampai 12 volt, untuk keterangan teknis lebih jelas silakan download datasheet LM386 disini.

Gambar rangkaian:

Mini Amplifier Mono – IC TDA7052

This is an audio amplifier circuit which use IC TDA 7052 .There are only 5 external components. C1 is the input coupling capacitor, which blocks any DC that might be present on the input. C2 and C3 provide power supply decoupling, and R2 provides adjustable input level. This can be used as a volume control. The ideal supply voltage of this circuit is about 6-12V and no heatsink required.
Mini Amplifier - IC TDA7052
Skema rangkaian MiniAmplifier TDA7052
layout Mini Amplifier – IC TDA7052

List Components :

* C1 : 2.2uF electrolytic capacitor
* C2 : 100nF ceramic
* C3 : 100uF electrolytic
* R1 : 1K ohm resistor
* R2 : 10K ohm potentiometer
* Spindle for potentiometer
* TDA7052 Integrated Circuit

Specifications IC TDA7052 :

D.C. input : 3 – 15 V at <> 1 Watt @ 8 ohms maximum.
> 0.25 Watt RMS continuous
Freq. Resp. > 20 Hz – 20 kHz
~ 10 – 50 kHz, – 3dB
THD <> 70 dBA
Gain ~ 30 dB maximum.
Input Z ~ 10 k ohm.

3 – 6 volt amplifier

Rangkaian 3 volt Mini amplifier
This is a mini 2W audio amplifier is suitable for small handheld radios and other portable audio gadgets. The amplifier circuit can be run from 3Volt. This Mercury is ideal for battery operated module. The potentiometer circuit can be used to control volume. Capacitor C1 and C2 are designed to filter supplyvoltage If the battery separator is used as operations offer source.For using batteries C1 and C2 are not required.

Rangkain Mini Amplifier
Skema Rangkain 3 volt Mini Amplifier
TDA7052 is a mono output amplifier in 8-comng Head DI package (DIP). The device is designed primarily for battery-operated portable audio circuits. Features include TDA 7052, no external components needed, no switch-on or switch-off button sounds great overall stability and very low power consumption (quiescent current of 4 mA), low THD, it is not necessary any cooler and short-circuit proof.Profit TDA 7052 is set internally at 40 dB. . Compensate for the reduction of output power due to low voltage TDA7052 uses Bridge-Tied-Load principle(BTL), which can provide power about 1 to 2 W RMS (THD = 10%), 8 ohm load to the power supply 6 V.

Gain clone LM3886, TDA7294

Sesuai dengan fungsi/aplikasi pada datasheetnya, amplifier ini lebih cocok
untuk ruangan kamar karena dayanya sekitar 50watt-an. Aplikasinnya ada di high-end tv dan surround sound. Keduanya bekerja pada kelas AB. TDA7294 sudah menggunakan sepasang mosfet sebagai finalnya, sedangkan LM3886 masih menggunakan transistor biasa.

Pengetesan…
TDA7294 supply 32V ct 5A output sebesar power OCL biasa. Untuk LM3886 saya belum berani mensupply dengan tegangan 32V ct, karena harganya cukup mahal. (Di rumah ada 2 ic ini nanti saya mau test dan akan saya upload hasilnya – perbaikan tulisan ini)
Dengan speaker mulai 6″ sampai 15″ nada bass cukup pas-pasan, menggunakan
dua speaker bassnya baru terasa nambah. Amplifier ini low noise dan low gain sehingga haus sinyal input. Sinyal input harus diperkuat dengan rangkaian super galaxy ditambah tone control, kalau tidak begini nada bass sungguh pas-pasan.
low noise, hampir seperti pada kondisi power off. Saya mencobanya pada PCB stereo.
catu daya 24v ct 24v, daya output kiri-kira sebesar OCL. Soal respon frekuensi jangan diragukan. Yang perlu diingat adalah bodi case terhubung ke jalur supply negatif, jadi jangan lupa untuk memasang isolatornya.

Mini OCL (150 Watt)

Rangkaian ini cukup populer. Biarpun orang-orang banyak yang mengucilkan power ini,
saya masih memakai power ini. Mereka bilang transistor 2N3055 model jengkol bersuara kasar. kalau melihat datasheetnya dan membandingkannya dengan MJ2955 mungkin ya. Tetapi hasil tes justru bagus. Suara treble halus, medium jernih, kenceng, bass lumayan. Saya tes dihalaman yang luas pakai ACR C1230, suara bagus, nada bas memang kurang, kekurangan ini ada di speaker bukan di power. Speaker ganti dengan black magic dan sedikit modifikasi pada box-nya nada bassnya baru keluar. Sampai saat ini saya belum menemukan power amplifier rakitan yang lebih bagus dari amplifier ini. Rangkaian paling sederhana dan harga murah meriah. Daya output bisa disesuaikan dengan nilai supply-nya, kecil sekitar 70 Watt dengan supply 32V ct. Input supply mulai dari 18v sampai 32v. PA ini digeber panas sampai solderan meleleh dan kabel lepas. Pasang lagi kabel, Ok lagi. Ini kelebihan PA OCL transistor model jengkol. PA ini optimal untuk men-drive speaker 12″. Untuk speaker lebih dari 12″, bisa kita gunakan amplifier yang ber-supply lebih dari 32 volt.

Kelas A, mosfet, cresscendo, axl
Beberapa rangkaian ini sudah pernah saya rakit, hasilnya kurang memuaskan. Cocoknya untuk lapangan. Untuk ruangan sungguh sayang listrik. Setingan panas, watt mungkin kurang dari OCL. Amplifier ribet dan transistor mosfet mahal ini tidak saya sukai karena tidak jauh beda dengan amplifier rata-rata. Gain bass kecil mirip power amplifier IC. Maksud PA ini yang diunggulkan adalah di nada treble yang bening pada level volume tinggi (ini kalau bisa nyetingnya). Saya rasa amplifier yang lain juga bening asal jangan dipaksakan. PA kelas A ini kurang saya sukai.

STK
menurut percobaan teman-teman hampir sama dengan OCL. Kelebihannya suara yang lebih
halus. Kualitas suara diserahkan ke merek IC ini (Sanyo), kita tinggal memasang komponen luarnya saja. Sayangnya kualitas IC STK yang ada di pasaran diragukan. Bodinya seperti terbuat dari bahan plastik biasa bukan plastik karbon. Harganya sekitar 35 ribu. Toko yang lain malah bilang sudah tidak dijual lagi termasuk pcb-nya, karena IC STK yang asli harganya lebih dari 100 ribu. IC STK versi kecil dari sanyo, LA4440

Blazer
Sering dipakai organ tunggal, hampir semua menggunakan ini. Saya pernah merakit 2 blok mono dengan satu trafo, hasil suara tanpa dengung, ok-ok saja. Dengan penambahan kit master mixer/giga bass output bisa mencapai 400 Watt. Jika output dibebankan ke lampu 63v450w lampu menyala putih dan putus. Saya menggunakan trafo 10A/56V atau sekitar 600Watt-an. Karakteristik dari amplifier ini diklaim ngebass tetapi kurang detail di mid & treble, ini sifat dari transistor final yang dipasang secara common emitor (maksud saya supply masuk ke kaki emitor, mohon koreksi), sehingga output jalur speaker keluar dari kaki kolektor.

Power amplifier 600W dengan IC LM741

meniru ronica dengan modifikasi ngarangTransistor final sering jebol karena kelebihan satu tingkat transistor penguat

(darlington). Banyak yang salah pengertian. Sebenarnya rangkaian ini dimaksudkan
untuk transistor final yang besar ber-gain rendah dan dipasang dengan jumlah banyak
(misal 5 pasang), tetapi orang-orang malah memasangnya cuma 1 atau 2 pasang saja, jelas transistor final sering mati. Biasanya transistor yang kuat untuk ini adalah sanker C2922

STK1050 Audio Amplifier 50W

The following is the audio amplifier circuit which built based single power IC STK1050 from Sanyo. The ciruit capable to deliver up to 50W power audio output. Don forget to mount the heatsink to the power IC STK-1050
STK1050 Audio Amplifier Circuit



STK1050 Features:

  • Does not require externally connected emitter resistors.
  • Values of emitter resistors have carefully been reviewed to provide superior characteristics.
  • Better supply voltage utilization permits designing power supply voltage that are about 0.7V (for RL=4ohms) lower than those required for previous DPP models.
  • Maximum allowable power consumption for each resistor is 5W or higher, permitting accomodation for all loads.
  • Peak allowable current is 18A or more, providing an ample margin even for peak currents under when short circuited or similar emergencies.
  • In particular, maximum output 4 ohms have been enormously improved.
  • Use of emitter resistors facilitates meeting different safety standards and designing PCBs
  • Mutual interferences in the high-frequency range caused by layout of externally connected emitter resistors no longer exist. This facilitates lower distortion factors.
  • Pins are used for emitter resistor output terminals that were not conected in previous DPPs. All other terminals remain uncharged; there is no need for major circuit board changes.

LM4906 Very Simple Mini Amplifier Circuit

The LM386 is an excellent choice for many designs requiring a small audio power amplifier in a single chip. However, the LM386 requires quite a few external parts including some electrolytic capacitors, which unfortunately add volume and cost to the circuit. The LM4906 is capable of delivering 1 watt of continuous average power to an 8-ohm load with less than 1% distortion (THD+N) from a +5 V power supply. The chip happily works with an external PSRR (Power Supply Rejection Ratio) bypass capacitor of just 1 µF.
LM4906 Simple Mini Amplifier Circuit
LM4906 Pinout
The LM4906 also has an internal selectable gain of either 6 dB or 12 dB. A bridge amplifier design has a few distinct advantages over the single-ended configuration, as it provides differential drive to the load, thus doubling output swing for a specified supply voltage. Four times the output power is possible as compared to a single-ended amplifier under the same conditions (particularly when considering the low supply voltage of 5 to 6 volts).
This class A amplifier circuit requires a preamp as it hasn’t got much gain. It requires big heat sinks and a large transformer and a great power supply and careful wiring, but in the end it is extremely simple and it sounds very good. The zener diode rejects any ripple coming from the power supply, But you still only want a ripple of 10mV max. The ripple reaching the input is amplified, so the zener gets rid of that, but whatever ripple there is will still reach the power stage.
Skema Rangkaian 14W Class A amplifier  Using 2N3055
Many early amplifiers operated in Class A, but as output powers rose above 10W the problems of heat dissipation and power supply design caused most manufacturers to turn to the simpler, more efficient Class B arrangements and to put up with the resulting drop in perceived output quality. Why Class A ? Because , when biased to class A, the transistors are always turned on, always ready to respond instantaneously to an input signal. Class B and Class AB output stages require a microsecond or more to turn on. The Class A operation permits cleaner operation under the high-current slewing conditions that occur when transient audio signal are fed difficult loads. His amplifier is basically simple, as can be seen from the block diagram.
About these ads